Thursday, October 3, 2019

Cangkok

Cara mencangkok tanaman adalah salah satu percobaan yang pastinya pernah kita lakukan di pendidikan di sekolah dasar. Mungkin mencangkok menjadi salah satu pengalaman yang terkenang hingga sekarang. Singkatnya cangkok adalah suatu cara untuk mengembangbiakkan tanaman dengan cara memotong dahan pohon lalu menanamnya dalam tanah sehingga tumbuhlah akar. Apabila akar sudah tumbuh maka bisa dikatakan bahwa proses cangkok berhasil.
Sampai saat ini mencangkok tanaman masih menjadi andalan dari petani dan tukang kebun yang menginginkan bibit buah dengan kualitas yang merata serta cara andalan untuk memperbanyak tanaman dengan cara singkat. oleh Karena itu berikut ini kami menjelaskan cara mencangkok tanaman dengan baik dan benar.

1. Memilih Batang

Pilihlah batang setidaknya memiliki diameter 2 cm atau lebih dan yang paling penting adalah berkambium.

2. Menguliti Batang
Sayatlah  kulit batang sekitar luasnya 10 cm. Setelah menyayat diamkan beberapa saat. Jika perlu, laplah dengan menggunakan kain kering. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan kambium yang menempel di permukaan batang yang sudah kita sayat kulitnya.

Anda bisa mengecek kandungan kambium dengan cara memegang sayatan yang telah Anda buat apakah lengket atau sudah kering.

Baca juga:

    Cara Menanam Cabe Merah
    Cara Budidaya Bunga Mawar
    Cara Budidaya Jamur Tiram

3. Menyiapkan Air dan Tanah
Sembari menunggu batang kering, siapkan air dan tanah dan campur hingga merata. Usahakan campuran tanah dan air tidak terlalu encer, namun juga tidak terlalu padat.

Kepadatan campuran tersebut dapat di lihat dengan menempelkan campuran tersebut ke batang pohon. Seharusnya campuran tersebut dapat menempel ke batang pohon dan (tidak berjatuha ke bawah karena terlalu encer atau tidak bisa menempel karena terlalu padat).

Baca Juga:

    Cara Menanam Bawang Putih
    Cara Menanam Bawang Merah
    Cara Menanam Cabe Rawit
    Cara Menanam Jahe

4. Menempelkan Campuran
Setelah itu tempelkan campuran tadi ke sayatan yang Anda buat. Setelah itu balut dengan menggunakan plastik lalu ikat dengan tali sehingga campuran tanah tersebut menempel dengan sempurna.

Baca juga:

    Cara Budidaya Ikan Koi
    Cara Menanam Kangkung
    Cara Menanam Bawang Merah
    Cara Menanam Pohon Pisang
    Cara Menanam Pohon Kersen

5. Menyirami Air
Berikan air setiap hari kepada cangkokan Anda. Siramkan dengan pelan agar tidak merusak cangkok yang Anda buat. Anda juga bisa mengandalkan air hujan jika musim memang sedang hujan. Sehingga Anda dapat meninggalkan cangkokan Anda untuk beberapa hari dengan cara meletakkannya di ruang terbuka. Namun jika hujan tersebut sangat deran dan penuh dengan tiupan angin, ini tentu bukanlah hal yang bagus, lebih baik Anda menunggu waktu yang pas saat Anda bisa memantau cangkokan Anda secara rutin.

Jika akar sudah mulai terlihat, selamat maka proses cangkok telah berhasil.kemudian potong cangkokan dengan hati – hati dan jangan sampai merusak akar yang telah tumbuh. Akar yang masih kecil akan sangat rentan untuk rusak walaupun dengan sentuhan atau gesekan biasa.

6. Pindahkan Hasil Cangkokan

Masih ada tahapan lain setelah tanaman berhasil dicangkok, di antaranya:

Pindahkan hasil cangkokan ke tempat yang baru sehingga dia dapat tumbuh sendiri. Usahakan tempat yang baru sudah siap untuk ditempati. Pastikan tanah yang digunakan adalah tanah yang subur sehingga proses cangkok juga dapat berjalan secara lancar.

Baca Juga:

    Cara Menanam Cabe Merah
    Cara Menanam Bawang Putih
    Cara Menanam Bawang Merah
    Cara Menanam Pohon Kelapa



7. Hasil Cangkok

Tetap pantau hasil cangkokan Anda dan sirami secara rutin. Tambahkan pupuk jika diperlukan dan lakukan pencegahan terhadap hama.

Baca juga:

    Cara Menanam Bawang Merah
    Cara Menanam Kencur
    Cara Budidaya Anggur
    Cara Budidaya daun Sirih

Bagaimana? Cukup mudah bukan? Untuk Anda yang masih baru saja mengenal cangkok dan belum pernah mencoba sebelumnya mungkin banyak istilah yang terdengar asing seperti cara generatif, vegetatif, kambium dan lain sebagainya.

Selain cara cangkok, Anda juga bisa mencoba pengembangbiakan tumbuhan dengan cara lain seperti;

    Lewat akar : Tanaman yang bisa digunakan dengan cara ini antara lain : lidah mertua, talas, talasam, jahe, kunyit, dan lengkuas serta tanaman – tanaman sejenisnya. (Baca juga: Cara Budidaya Bunga Aster)
    Daun pucuk : yaitu tumbuhnya tunas baru yang berada di atas daun seperti tumbuhan cocor bebek.
    Stek Akar : Tumbuhan yang populer dengan pengembang biakan stek akar adalah anggur. Biasanya akar akan digantung di kayu yang telah disusun di atas, sehingga saat panen kita hanya tingga mengambil buah anggur dari bawah dengan mudah. (Baca juga: Cara Budidaya Ikan Koi)
    Kultur Jaringan: Kultur jaringan biasanya diambil dari daun yang barusan tumbuh atau bagian lainnya yang mengandung hormon terbanyak.
    Stek pucuk : Cara ini bisa dibilang cara yang paling praktis bahkan lebih praktis dan mudah jika dibandingkan dengan cangkok. Hal ini dikarenakan pengambilan yang lebih mudah dibandingkan batang. Jika menggunakan batang pasti kita memerlukan tenaga yang lebih besar dikarenakan lebih tebal dan kokoh. Beberapa tanaman yang bisa dilakukan dengan cara ini adalah : kapur, gaharu, jeruk sambel, jeruk nipis, mangga, jati, ficus, gamal, renghas meranti leprosula, dan meranti balangeran serta tanaman – tanaman sejenisnya. (Baca juga: Cara Menanam Kangkung)
    Stek batang : Cara nilah yang akan kita akan bahas lebih lanjut. Cara yang biasa dilakukan adalah cangkok dan okulasi, namun di artikel ini kita akan membahas lebih rinci tentang cangkok.

Jenis Pohon Yang Dapat Di Cangkok

Cara ini mungkin terdengar sangat menarik, karena hasil dari proses cangkok sangat mirip dengan pohon aslinya. Dalam artian, jika buah dari pohon tersebut manis, maka kita dapat memperbanyak pohon tersebut dengan buah yang manis pula. Hal ini memudahkan kita dalam memilih pohon mana yang harus diperbanyak, dan pohon mana yang perlu kita tebang. Kita juga menghemat waktu dalam pemilihan benih, serta mempersingkat waktu dalam menunggu pohon tumbuh. Hasil dari proses cangkok biasanya tinggi dari pohon menjadi lebih pendek. Pohon – pohon yang dapat dicangkok diantaranya : (Baca juga: Cara Menanam Kamboja)

    Pohon Rambutan: Meskipun ada berbagai jenis buah rambutan, namun semuanya bisa di cangkok.

    Pohon Jambu Air: Jambu air memiliki batang kayu dan juga mengandung kambium dan memenuhi syarat untuk proses cangkok. (Baca juga: Cara Menanam Enceng Gondok)

    Pohon Sawo: Pohon yang tumbuh di wilayah tropis ini juga mengandung kambium dan bisa di cangkok

    Pohon Durian: Seperti yang kita ketahui pohon durian biasanya memiliki tinggi sekitar 20 meter sampai 40 meter. Tentunya dengan cara cangkok ini akan mempersingkat waktu panen Anda, karena menunggu pohon durian dari benih hingga menjadi pohon setinggi 20 meter tidaklah sebentar. (Baca juga: Cara Menanam Caisim)

    Pohon Mangga: Sama halnya dengan Durian, menanam manga mulai dari biji akan memakan waktu yang lama. Mencangkok adalah salah satu solusi untuk panen lebih cepat sekaligus menjaga kualitas dari buah yang dihasilkan itu sendiri.

Ada baiknya jika Anda mencari lebih jauh tentang beberapa hal tersebut agar pemahaman terhadap masing – masing hal tersebut menjadi lebih dalam. Sedikit tips, jika Anda berencana untuk memperbanyak tanaman atau mengawinkan tanaman, ada baiknya Anda mencoba beberapa teknik (tidak hanya melakukan cangkok saja). Anda dapat mencoba cara – cara vegetatif lainnya seberti stek pucuk dan kultur jaringan. Hal ini akan memperkaya pengetahuan Anda terhadap cara – cara tersebut. Bisa jadi Anda lebih cocok dengan cara lain dibandingkan dengan cara cangkok. Setelah ini, kami akan memberikan contoh cara mencangkok tanaman rambutan. (Baca juga: cara Budidaya Bunga Mawar)
Cara Mencangkok Rambutan

Kali ini, kita akan berbagi tips dan trik cara mencangkok pohon rambutan dengan mudah dan benar. Mencangkok tanaman memang merupakan paling murah dan mudah dilakukan dalam pengembangbiakan tanaman sesuai dengan induknya. Tentunya, kita harus memilih tanaman yang manis dan buahnya lebat. Proses pencangkokan pada pohon rambutan pun dilakukan agar pohon tersebut memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari pohon sebelumnya. Sehingga, hasil yang diharapkan dari pencangkokan pohon rambutan dapat diambil manfaatnya secara optimal. Mari kita simak langsung cara mencangkok pohon rambutan dengan benar di bawah ini.

Mencangkok pohon rambutan bukan hal yang sulit dilakukan, walaupun dalam pengerjaannya pun tidak asal – asalan. Berikut ini adalah langkah – langkah mencangkok pohon rambutan yang benar di antaranya:

    Persiapan Alat Mencangkok
    Pertama, tentunya kita perlu mempersiapkan alat – alat yang dibutuhkan yang di antaranya pisau, tanah yang subur, plastik yang berventilasi atau bisa juga menggunakan sabut kelapa, atau Anda juga bisa menggunakan kain, tali, dan dahan yang dengan panjangnya minimal 80 cm dan berumus lebih dari empat bulan.
    Kupas Pangkal dahan Pohon
    Setelah alat – alat dipersiapkan dengan lengkap dan cermat, kupas pangkal dahan yang akan dicangkok terlebih dahulu. Kupas pangkal tersebut sepanjang 25 cm.
    Membersihkan Kambium
    Setelah mengupas dahan pohon, silahkan bersihkan kambium pada batang pohon rambutan yang masih terlihat menyelimuti batang dalamnya. Membersihkan kambium usahakan hingga bersih, agar proses penumbuhan akar dapat tumbuh secara optimal.
    Mengeringkan Dahan
    Setelah membersihkan kambium batang pohon, tunggulah beberapa menit, agar dahan yang terkelupas dapat mengering.
    Membungkus Dahan dengan Tanah
    Setelah dahan cukup kering, silahkan bungkus dahan dengan tanah. Cukup mengolesi dahan dengan tanah hingga dahan tertutup semua.
    Membalut dengan Plastik/Sabut Kepala/Kain
    Membalut dahan bisa menggunakan plastik, sabut kelapa, atau kain sesuai selera Anda. Usahakan membungkusnya dengan plastik yang berventilasi dan usahakan tidak mudah lepas. Sehingga perlu mengikatnya dengan erat.
    Menyiram Air
    Jangan lupa untuk menyirami air setiap hari. Siramlah air hingga dahan mulai terlihat akarnya. Biasanya sampai sekitar dua bulan lamanya.

Baca Juga:

    Cara Menanam Mangga
    Cara Menanam Pepaya
    Cara Menanam Pohon Pisang
    Cara Menanam Daun Salam

Keunggulan dari Tanaman Cangkok

Selain memiliki berbagai cara untuk melakukan rekayasa yang tentu memudahkan kita dengan berbagai pilihan, cara vegetatif juga mempunyai beberapa keunggulan, beberapa diantaranya adalah : (Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah)

    Cepat tumbuh dan berbuah

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa cara generatif relatif lama untuk menunggu pohon tumbuh dan berbuah. Dengan cara vegetatif termasuk cangkok Anda dapat menghemat waktu 2 kali lipat atau bahkan 3 kali lipat.

    Kualitas yang sama dengan induknya

Cara vegetatif akan menghasilkan pohon yang mirip dengan induknya. Sehingga jika Anda mencangkok pohon yang berbuah banyak, besar, dan manis. Maka hasil pohon dari cangkokan Anda akan juga berbuah banyak, besar, dan manis. (Baca juga: Cara Menanam Kencur)

    Menghasilkan Individu baru dengan lebih cepat

Cara generatif memerlukan perkawinan yang relatif lama, namun d engan cara vegetatif, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat.

    Stok yang selalu ada

Maksud dari stok adalah bahan – bahan yang diperlukan untuk proses perkembang biakan tanaman. Kalau dengan cara generatif, otomatis kita memerlukan benih atau biji yang mungkin tidak tersedia di musim – musim tertentu. Namun dengan cara vegetatif, kita dapat mengembang biakkan tanaman jika terdapat pohon yang ingin kita cangkok. Dengan demikian, meskipun pohon sedang tidak berbuah, kita dapat melakukan proses memperbanyak tanaman.

    Tanaman dengan tinggi yang lebih pendek

Tanaman dengan hasil cangkok akan memiliki tinggi yang lebih pendek daripada pohon yang tumbuh dengan alami. Hal ini tentu menjadi keunggulan tersendiri bagi Anda yang kurang suka kegiatan panen yang susah dikarenakan ketinggian. Dengan cara cangkok ini Anda akan bisa dengan mudah memanen buah bahkan dengan tanpa bantuan apapun. Namun hal ini juga bisa menjadi kelemahan dari cangkok. Jika Anda mengidam – idamkan kebun yang rindang dan Anda bisa duduk – duduk dibawah pohon yang tinggi dan rindang, tentu cangkok kurang direkomendasikan dan kurang cocok untuk kebutuhan Anda.

Baca Juga:

    Cara Menanam Daun Pandan
    Cara Menanam Kacang Panjang
    Cara Menanam Daun Seledri

Faktor Kegagalan dalam Mencangkok Tanaman

Namun, beberapa gagal cangkok bisa juga terjadi. Hal ini biasa dikarenakan banyak hal, di antaranya:

    Batang yang terlalu kecil sehingga tidak dimungkinkan untuk proses cangkok.
    Kurang rapi terutama dalam mengikat plastik dengan tali.
    Tingkat keenceran yang kurang pas dalam mencampur tanah dan air.

Nah, untuk menghindari kesalahan – kesalahan tersebut, kita harus belajar beberapa hal mengenai teknik cangkok yang satu ini. (Baca juga: Cara Budidaya Ikan Arwana)

Berikut ini adalah panduan lengkap cara mencangkok tanaman rambutan

Tanaman yang ada di sekeliling kita memang dapat direkayasa dan dikembangbiakkan. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal teknik ini dikarenakan kondisi tanah Negri ini yang begitu subur, bahkan kata orang luar Indonesia, batang kayu yang ditancapkan tanah saja bisa menjadi tanaman.

Jika proses cangkok Anda masih tidak berhasil, bacalah ulang urutan – urutan yang tertulis di atas, mungkin Anda melewatkan beberapa. Beberapa orang kurang sabar dalam menunggu sayatan kering dari kandungan kambium dan langsung membalut sayatan dengan campuran tanah dan air. Pada akhirnya proses cangkok pun gagal karena hal tersebut. Bersabarlah dan ikuti tata cara di atas secara benar.

Jika proses cangkok belum juga berhasil, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan petani sekitar atau rekan Anda ang sudah melakukan proses cangkok sebelumnya. Mungkin ada faktor – faktor lain di lingkungan Anda yang sedikit berbeda sehingga membutuhkan sedikit penyesuaian dalam proses cangkok. Selamat mencoba!

Monday, September 30, 2019

Penyemaian bibit

Cara penyemaian bibit yang baik dan benar bagi anda yang ingin memulai bercocok tanam, agar anda bisa menghasilkan kualitas terbaik dan memuaskan.

Cara Penyemaian Bibit Yang Baik Dan Benar
Sebelumnya anda perlu mengetahui bahwa pada saat ini telah banyak orang yang bergelut dibidang usaha pertanian baik pada pertanian buah maupun sayuran. Alasann mereka banting stir kedalam usaha ini tidak lain dan tidak bukan adalah karen seiring meningkatkatnya harga jual dari hasil pertanian tersebut seperti cabe dll .
Untuk itu anda yang saat ini baru ingin mulai bercocok tanam, sebelumnya anda perlu mengetahui dulu proses dari penyemaian bibit yang baik dan benar . agar tanaman anda bisa tumbuh dengan baik dan memperoleh hasil yang sesuai keinginan anda.

Apalila kita berbicara tentang carapenyemaian bibit, pada saat ini saya akan sedikit memberikan paparan kepada anda cara menyemi bibit yang baik dan benar, semoga ini bisa bermanfaat untuk anda semua amin.
Nah ini dia cara penyemaian bibit yang baik dan benar untuk anda ketahui:

Alat dan bahan untuk penyemaian :

  1.     Pemilihan Benih
    Benih merupakan faktor utama dalam bercocok tanam semakin bagus benih yang didapat semakin besar pula kesempatan untuk mendapatan tanaman dengan berkualitas dan hasil yang baik.
  2.     Media Tanah
    Untuk media tanam nya sendiri kita harus menggunakan media tanah yang subur dan dicampur dengan pupuk kandang dan sekam padi dengan perbandingan 2 : 1 : 1 .
  3.     Wadah Penyemaian
    Untuk menyemaikan benihnya sendiri anda bisa menggunakan pot plastik atau bisa juga dengan menggunakan tray pot. ini semua disesuaikan dengan seberapa banyaknya dan jenis benih yang ingin anda tanam
  4.     Tempat Persemaian
    sebaiknya anda memilih tempat persemaian dengan kriteria tidak secara langsung terkena matahari dan hujan, yang mana ini bisa diatasi dengan memberikannya naungan plastik diatasnya.

Langkah proses penyemaian benih
Siapkan air hangat kuku untuk rendaman bibit, lalu rendam bibit sayuran anda dan tunggu kira-kira selama 3 jam lamanya. Ini diperuntukan untuk jenis benih yang tidak mudah berkecambah seperti tomat, cabai, terong dll , ada untuk jenis benih yang berkecambah anda tidak perlu merendam lagi bibit tersebut, apabila bahan direndam 3jam, lalu anda tiriskan benih tersebut.
Isi trypot dengan media tanam dari tinggi lubang.
Selanjutnya taruh benih kedalam lubang yang sudah dsisapkan tadi masing masing berjumlah 1/2 biji kedalam masing masin lubang .
Setelah bibit dimasukan kedalam lubang, sekarang anda lakukan penyiraman atau penyemprotan secara hati hari agar bibit yang ada tidak terganggu.
apabila proses diatas sudah selesai, ada baiknya anda meletakannya di bawah tempat yang teduh , ingat perhatikan setiap pagi apabila terlihat tanah molai mengering segera anda semprotkan kembali air ke tempat penyemaian, jangan terlalu banyak karena bisa mengguanggu pertumbuhan benih.
Pada umumnya benih akan tumbuh setelah sekitar satu minggu.
Apabila proses sudah terlihat tingginya sekitar 10 cm dan muncul daun 2 / 3 lembar sekarang tanaman tersebut sudah siap dipindahkan kearea tanam.
    Prose dari penyemaian sudah selesai dan sekarang lanjutkan dengan berocok tanam, semoga sukses selalu.

bagaimana sangat mudah bukan cara penyemaian bibit yang baik dan benar, sekarang anda tunggu apalagi? bagi anda yang baru merintis usaha dibidang pertanian, selamat mencoba dan sukses selalu .

Friday, September 27, 2019

Tehnik Pengembangbiakan Tanaman

Tehnik atau cara pengembangbiakan tanaman adalah proses atau cara untuk memperbanyak yang tentun seperti yang kita bahas yaitu tanaman.
Mengapa kita harus membahas pengembangbiakan tanaman ini adalah karena untuk menentukan cara apa yang sebaiknya kita gunakan untuk melakukan pengembangbiakan agar kita mendapatkan hasil yang bagus dan pas dengan yang kita inginkan.
lalu apa saja cara yang bisa digunakan untuk mengembangbiakkan tanaman, nah simak berikut ini :


  1. Penyemaian bibit
  2. Cangkok
  3. Penyambungan (Grafting)
  4. Stek
  5. Okulasi
  6. Sambung Susuan


Nah sekarang setelah anda tahu jenisnya anda bisa memprktekkan cara pengembangbiakan untuk tanaman anda agar anda bisa mendapatkan hasih yang bagus dan waktu yang efisien.

Tuesday, September 24, 2019

Tanaman

Didalam pertanian tanaman merupakan beberapa jenis organisme yang dibudi dayakan pada suatu ruang atau media agar bisa dipanen pada masa ketika sudah mencapai tahap pertumbuhan tertentu.  Pada kenyataannya semua tanaman adalah tumbuhan akan tetapi pengertian tanaman tercakup pula beberapa fungi (jamur pangan, seperti jamur kancing dan jamur merang) dan alga (penghasil agar-agar dan nori) yang mana memang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan karena mempunyai nilai ekonomi. Tanaman "sengaja" ditanam, sedangkan tumbuhan adalah sesuatu yang muncul atau tumbuh dari permukaan bumi.

Tumbuhan yang "tidak dipanen" masih disebut tanaman jika diperuntukkan sebagai estetika dalam pertamanan dan arsitektur lanskap, misal tanaman bunga. Tanaman pertanian utama yang dibudidayakan di seluruh dunia yaitu gandum, jagung, beras, kentang, tebu, kedelai, dan sebagainya.

Menurut kelompok produknya tanaman biasa dibedakan seperti berikut:


  1. Serealia, tanaman pangan utama penghasil biji-bijian
  2. Kacang-kacangan
  3. Tanaman buah, penghasil buah-buahan
  4. Tanaman sayuran, penghasil sayur-mayur
  5. Tanaman industri, penghasil bahan baku industri (pewarna, karet, dan sebagainya)
  6. Tanaman rempah, penghasil rempah-rempah
  7. Tanaman umbi, penghasil umbi yang dapat dimakan
  8. Tanaman serat, seperti pembuatan tekstil dan kertas
  9. Tanaman obat
  10. Tanaman penghasil minyak atsiri

Jenis tanaman menurut fungsi sebagai berikut :

Tanaman penyerap partikel limbah
Tanaman penyerap CO2 dan penghasil O2
Tanaman penyerap / penepis bau
Tanaman untuk mengatasi penggenangan
Tanaman untuk pelestarian air tanah
Tanaman pengaman pantai dan abrasi